Soalnews – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menggelar tabur bunga, mengenang lima tahun pasca bencana alam yang memporak porandakan Palu pada 28 November 2018 silam.
Tabur bunga diikuti dari berbagai OPD yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.
Hadianto tampak tampil mengenakan kemeja putih, celana panjang kain berwarna hitam, dan peci hitam.
Kegiatan tersebut digelar di empat titik, yaitu Pantai Talise, Eks Likuifaksi Balaroa, Eks Likuifaksi Petobo, dan berakhir di pemakaman massal Poboya.
Menurut wali kota, korban bencana alam yang wafat pada 2018, meninggal dunia dalam keadaan syahid.
“Sehingga tidak ada tempat bagi mereka kecuali kemuliaan surga,” kata Hadianto, Kamis, 28 September 2023.
Hadianto mengingatkan kepada seluruh masyarakat, bahwa Palu sangat rentan dilanda bencana alam.
Hal itu terlihat dari beberapa bencana alam yang pernah melanda Bumi Tadulako.
“Perjalanan ini mengingatkan kita untuk selalu waspada dan siaga, serta menyiapkan diri sebaik-baiknya,” tutupnya. (Rendy)