4 Siomay Rekomendasi Tim Soalpalu yang Harus Kamu Coba (BAGIAN 1)

by Muhammad Fahcry
0 comment

PALU – Siomay merupakan jajanan kaki lima yang digemari banyak orang. Mulai dari kalangan atas, menengah, hingga bawah. Teksturnya yang kenyal terbuat dari berbagai jenis daging seperti sapi, ikan, maupun ayam yang dicetak berbentuk bulat dengan bermacam-macam ukuran.

Kota Palu memiliki jajanan siomay yang berbeda dengan daerah lainnya. Jika di daerah lain kuliner ini terdiri dari sajian siomay, bakso tahu, kol rebus, pare, kentang, dan lainnya, di Kota Palu kuliner khas tersebut hanya disajikan dengan siomay dan bakso tahu saja. Pelanggan tinggal mengambil sendiri di dandang yang telah disediakan dengan menggunakan setusuk lidi. 

Tidak sulit menjumpai pedagang siomay di Kota Palu. Mulai yang berjualan keliling menggunakan gerobak hingga yang mangkal di suatu tempat karena sudah memiliki pelanggan tetap. Dari pagi hingga malam hari, kita dapat menjumpainya di beberapa titik keramaian.

Namun demikian, ada empat rekomendasi tempat makan siomay dari tim soalpalu yang wajib kamu coba di Kota Palu. Rasanya jangan ditanya, pasti enak. Bahkan rela antre untuk menikmati siomaynya. Berikut daftarnya:

1. Siomay Tulang Bawang

Siomay Tulang Bawang terletak di Jalan Dewi Sartika tepatnya di pelataran tempat cuci mobil Lapas Palu. Kata pedagangnya, Tulang Bawang ada artinya. Tulang diartikan sebagai kekuatan dan bawang diartikan sebagai rasa. Jadi ada kekuatan rasa yang dibalik siomay yang satu ini. 

Siomay Tulang Bawang buka sejak tahun 2004 yang awalnya berlokasi di perempatan Jalan Dewi Sartika-Jalan Banteng. Namun pascabencana 2018 silam, siomay yang berjualan dengan kendaraan roda tiga ini pindah di pelataran tempat cuci mobil Lapas Palu, Jln Dewi Sartika.

Gerobak Siomay Tulang Bawang. Foto: Imron Nur Huda

Pedagangnya mengaku menghabiskan 20 Kg daging sapi setiap harinya. Bisa dibayangkan, berapa banyak butir siomay yang dihasilkan. Siomay ini buka setiap Senin – Sabtu mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WITA.

Harga siomaynya dibanderol mulai Rp 1.000/biji untuk siomay kecil, siomay urat Rp 2.000/biji, hingga siomay paling jumbo alias tenis seharga Rp 7.000/biji. Selain itu, kamu juga bisa menikmati Batagor dan tahu yang masing-masing dihargai Rp 1.000/biji. Murahkan? Oh iya, jika kamu pengen menikmati siomay kuah ditambah dengan sebungkus mie gelas, kamu hanya merogoh kocek Rp 2.500/porsi.

Siomay Tulang Bawang tidak sepi pengunjung. Outletnya selalu didatangi pelanggan baik yang makan di tempat ataupun yang membungkus untuk dimakan bersama keluarga di rumah. Kamu berminat? Ajak pasanganmu yuk!

Lokasi via Google Maps: https://goo.gl/maps/cfB9mcfLCW8K1igv9

2. Siomay Mas Budi

Selanjutnya ada Siomay Mas Budi. Siomay ini terletak di Jalan Nokilalaki tidak jauh dari SPBU Pertamina, Jalan Kartini, Kota Palu. Paling khas dari siomay ini adalah saus sambalnya yang memiliki cita rasa pedis-pedis mantap sesuai dengan tagline-nya “Pedesnya Bikin Ketagihan.”

Ada berbagai varian siomay yang dijajakan. Mulai dari siomay kecil seharga Rp 1.000/biji, tahu bakso seharga Rp 1.000/biji, siomay isi telur seharga Rp 3.000/biji, dan siomay urat juga dihargai Rp 3.000/biji.

Gerobak Siomay Mas Budi. Foto: Imron Nur Huda

Menurut Mas Budi pedagangnya, dirinya mulai berjualan siomay sekitar tahun 2008 setelah merantau dari Lamongan, Jawa Timur. Awalnya Ia berjualan keliling, namun para pelanggan menginginkan dirinya memiliki lokasi yang menetap.

Akhirnya sekitar tahun 2016 silam, Mas Budi mulai menetap berjualan siomay di sekitaran Jalan Kartini. Dikarenakan lokasinya terlarang, akhirnya beberapa tahun kemudian Ia mulai pindah di lokasinya yang sekarang ini tepatnya di depan UD. Cresindo, samping Alfamidi, Jalan Nokilalaki, Kota Palu.

Di lokasi ini, kamu jangan khawatir tidak membawa minum saat kepedisan. Karena di sebelah siomay Mas Budi ada juga penjual berbagai macam minuman dingin yang bisa kamu beli. 

Setiap harinya Mas Budi menghabiskan sekitar 10 Kg daging sapi untuk memproduksi berbagai macam ukuran siomay yang dijualnya. Siomay ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WITA.

Lokasi via Google Maps: https://goo.gl/maps/s81Je9G6cV2n4Fev5

3. Siomay Fekon

Mahasiswa Universitas Tadulako Palu pasti sudah tidak asing lagi dengan siomay yang satu ini, yaitu Siomay Fekon. Bahkan penamaan Siomay Fekon, merupakan pemberian dari mahasiswa itu sendiri.

Sebagaimana diketahui Siomay Fekon telah lama berjualan di kampus yang berlokasi di Kelurahan Tondo, Kota Palu tersebut. 

Sejak tahun 2009, siomay yang dulunya masih menggunakan gerobak motor ini berjualan di Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Tadulako. Makanya tidak heran, mahasiswa menamainya dengan sebutan Siomay Fekon. 

Dikarenakan aturan pelarangan jualan di area kampus, akhirnya sekitar tahun 2019 silam Siomay Fekon membuka gerainya di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di depan gerbang utama Universitas Tadulako Palu. Supaya pelanggan setianya tetap mengenalinya, nama Fekon terus disematkan sebagai nama siomaynya walaupun sudah tidak lagi berjualan di area Fekon.

Gerobak Siomay Fekon di Depan Gerbang Utama Universitas Tadulako, Tondo. Foto: Imron Nur Huda.

Siomay Fekon buka hampir tiap hari, mulai Senin sampai dengan Sabtu sejak pukul 10.00 hingga 20.00 WITA. Ada berbagai varian siomay yang dijual, seperti siomay kecil, siomay besar, tahu siomay, batagor, dan es jeruk sebagai minumannya.

Harga siomaynya semua dibanderol Rp 1.000/biji termasuk batagornya. Hanya untuk minumannya, kamu harus membayarnya dengan harga Rp2.000/gelas. 

Setiap harinya, pedagang Siomay Fekon menghabiskan sekitar 10 Kg daging sapi. Jumlah ini katanya lebih sedikit di banding sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Siomay Fekon tidak memiliki cabang di manapun. Jadi kalau kamu ingin menikmatinya, silahkan langsung ke lokasinya yah.

Lokasi via Google Maps: https://goo.gl/maps/ArVK9ZiQ5PVsAdUa6

4. Siomay Mas John

Siomay rekomendasi selanjutnya adalah Siomay Mas John. Siomay ini belum lama kembali buka di Jalan Tanjung Santigi tepatnya di depan My Bravo Cafe setelah sebelumnya berjualan di pintu belakang PMU, Jln Masjid Raya.

Menurut penjualnya, Mas John baru buka sekitar enam bulan lalu di lokasi tersebut. Namun dirinya sendiri sudah menjual siomay sejak tahun 1999 silam. Awalnya berkeliling akhirnya sering mangkal di Masjid Agung Baiturrahim Lolu sekitar tahun 2009 silam. Mas John yang begitu ramah, mendapat tempat spesial di hati pelanggannya. Makanya tidak heran, pedagang setianya sering bertegur sapa dengannya.

Gerobak Siomay Mas John di Jln Tg Santigi. Foto: Imron Nur Huda.

Ada berbagai varian siomay yang dijual Mas John, seperti dimsum, siomay urat, siomay biasa, tahu siomay, dan beraneka macam gorengan baik pentol goreng, sosis, nugget, dan lainnya. Harganya berkisar Rp 1.000/biji hingga Rp 2.000/biji.

Kata Mas John, dirinya buka mulai pukul 14.00 hingga 21.00 WITA dan belum tentu setiap hari. Makanya silahkan pantau akun Instagramnya @siomaymasjohn. 

Selain mangkal di Jalan Tanjung Santigi, Mas John juga membuka layanan pesan antar. Cukup menghubungi nomor 081943338485, maka pesananmu akan diantarkan.  

Siomay Masjohn tidak memiliki cabang, namun Mas John memiliki satu mitra jualan yang mengambil siomay dari dirinya.

Lokasi via Google Maps: https://goo.gl/maps/CHZYQi31f4A5KDS87