Simulasi Bencana di Kelurahan Besusu Barat, Masyarakat Diajarkan Cara Evakuasi Mandiri

by Tim Redaksi
0 comment

PALU – Sebagai langkah proaktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam,  sejumlah masyarakat di Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, Sabtu (18/5) mengikuti simulasi gempa dan tsunami yang digelar oleh Pemerintah.

Pantauan Tim Soalpalu ratusan warga berkumpul di titik-titik evakuasi yang telah ditetapkan sebelumnya, menyimulasikan situasi darurat yang mungkin terjadi dalam skenario bencana sebenarnya.

Dalam simulasi tersebut, mereka dipandu oleh petugas BPBD Kota Palu, Tenaga Medis, serta unsur Pemerintah Kelurahan setempat serta Relawan kebencanaan, yang memberikan instruksi dan tindakan apa harus diambil dalam situasi darurat semacam itu.

Ditemui disela-sela kesibukannya, Lurah Besusu Barat, Andriani mengatakan dalam pelaksanaan simulasi bencana ini, dia menekankan kepada masyarakat agar memahami cara menyelamatkan diri secara mandiri pada saat terjadi bencana. Simulasi ini juga kata Lurah melibatkan semua unsur RT RW dan Tokoh Masyarakat.

“Insha Allah alurnya seperti ini karena kita sudah ada jalur-jalur evakuasinya. Kegiatan hari ini kami bekerjasama dengan BNPB, Forum Penanggulangan Resiko Bencana yang ada di Besusu Barat. Forum ini sudah kita bentuk sudah lama. Ada juga dari BPBD Kota Palu, PMI dan IDRIP kita kerjasama,” ujarnya.

Kegiatan serupa juga kata Lurah akan dilaksanakan setiap tahun guna memberikan edukasi dan memberikan pemahaman jalur evakuasi mandiri saat terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami.

Sementara itu, Penata Penaggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kota Palu, Gayus Novanto Pakan mengatakan kegiatan simulasi ini diberi nama “Kelurahan Tangguh Bencana” yang diinisiasi oleh BNPB RI bekerjasama dengan Word Bank.

Dalam penguatan kesiapsiagaan kebencanaa di Kota Palu sendiri, Gayus menyebutkan ada 6 kelurahan yang akan menggelar simulasi. “Ada Silae, Lere, Besusu Barat, Talise, Mamboro Barat dan Pantoloan. Ini tujuannya untuk memberikan edukasi dan informasi bagi masyarakat khususnya yang tinggal didaerah pesisir,” ungkapnya.

Gayus menambahkan jika berbicara tentang jenis ancaman bencana wilayah pesisir dienam kelurahan ini adalah gempa dan tsunami. Menurutnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan adalah hal yang paling penting tentang kebencanaan semuanya bisa diminimalisir ketika masyarakat sudah siap menghadapi bencana.

“ Tentang kesiapan masyarakat mengahadapi bencana kami BPBD Kota Palu bermitra dengan lembaga dan NGO untuk selalu melakukan edukasi kepada masyarakat dan memberikan informasi tentang kebencanaan,” pungkasnya (awg).