Pemadaman Listrik Bergilir di Palu Buntut dari Kemarau Panjang

by Tim Redaksi
0 comment
PLN

PALU – Pemadaman listrik bergilir masih terus berlangsung di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Tidak hanya terjadi di ibu kota Sulawesi Tengah, pemadaman listrik bergilir turut melanda Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.

Asisten Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Palu, Reky R. Paranoan, menyebut, pemadaman listrik bergilir disebabkan kemarau panjang.

Akibatnya, pasokan listrik yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga air salah satunya Poso, mengalami penurunan.

“Beberapa bulan kemarin kita terdampak kemarau sehingga itu mengakibatkan debit air yang ada di PLTA termasuk PLTA Poso mengalami penurunan sehingga produksi daya atau kWH di PLTA Poso ini otomatis menurun, pasokan listrik dari sumber pembangkit terbatas,” sebut Reky saat ditemui Soalplu, Senin, 27 November 2023, siang waktu setempat.

Ia mengatakan, PLN telah mengambil langkah berupa manajemen beban, agar tidak terjadi pemadaman secara luas.

“Manajemen beban ini kami lakukan guna mengamankan sistem supaya tidak terjadi yang namanya padam meluas atau blackout,” katanya.

Reky menuturkan, pemadaman listrik bergilir memakan waktu lebih kurang tiga jam di tiap wilayah.

Hal itu dapat mengurangi lebih kurang 5 sampai 10 megawatt dalam setiap periode padam dari total penggunaan sistem di Sulawesi Tengah mencapai 175 megawatt.

PLN
Asisten Manajer bagian Jaringan PLN UP3 Palu, Reky R. Paranoan. Foto: Dhea Septi Alisa/Soalpalu

Asisten Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Palu berharap, dengan masuknya musim penghujan, debit air bisa naik dan pemadaman listrik bergilir segera teratasi.

“Kita berharap kedepannya memang bisa teratasi, apalagi beberapa hari belakangan ini sudah mulai hujan dengan intensitas yang sedang sampai lebat mudah-mudahan dengan kondisi seperti ini bisa menaikkan debit air di Pembangkit, khususnya di PLTA Poso,” harapnya.

Reky juga mengimbau agar masyarakat dapat menghemat penggunaan listrik di masa pemadaman bergilir.

“Himbauan kami ke masyarakat adalah dalam kondisi seperti ini, mungkin bisa melakukan penghematan dulu. Supaya beban di sistem kita bisa menurun, kemudian tidak terjadi dampak dari manajemen beban,” tutupnya. (Dhea Septi Alisa/Rendy Zulkarnaen)