H-7 Lebaran Jadi Puncak Mudik, Petugas Terminal Tipo Perketat Uji Kelayakan Kendaraan

Sejumlah armada bus angkutan antar daerah tengah parkiri di Terminal Tipo Kota Palu. FOTO : SoalPalu

PALU  – Menjelang lonjakan arus mudik Lebaran, Terminal Tipe C Tipo di Kota Palu memastikan kesiapan armada dan pengawasan operasional angkutan umum. Kepala Terminal Tipo, Ahyar Lahi, menyatakan bahwa berbagai instansi terkait telah melakukan pengecekan kelayakan kendaraan guna memastikan keselamatan penumpang.

“Dari awal Ramadan, kami sudah menerima kunjungan dari beberapa instansi, termasuk Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Provinsi, untuk melakukan uji kelayakan kendaraan yang beroperasi di rute Palu-Makassar. Ini merupakan langkah antisipasi demi keselamatan pemudik,” ujar Ahyar, Senin (17/3).

Saat ini, jumlah armada yang beroperasi setiap hari berkisar antara 5 hingga 10 unit dengan jadwal keberangkatan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA. Armada yang melayani rute reguler di antaranya Damri, Caya Bone, Liman, dan Newtrans, serta angkutan perbatasan seperti AKDP dengan rute Palu-Mamuju.

Untuk memastikan kesiapan kendaraan dan pengemudi, pemerintah akan menggelar pemeriksaan keselamatan atau ramp check menjelang puncak arus mudik. Pemeriksaan ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian, tenaga medis, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, BPTD, dan Pemerintah Kota Palu sebagai penanggung jawab utama.

“Dalam pengamanan arus mudik, kami memiliki pos pengawasan dan pos induk untuk mengontrol keberangkatan serta mengatur teknis operasional di terminal,” tambah Ahyar.

Pihak terminal memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-7 Lebaran, yakni tanggal 22 Maret, bersamaan dengan kedatangan pemudik dari Makassar ke Palu dalam program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Palu. (awg)

Related posts

Rayakan Iduladha, Palu Grand Mall Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar

Prabowo Luncurkan Dua Program Tunjangan untuk Guru, Mulai Berlaku Juli 2025

Kawasan Megalitik Lore Lindu Masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO