Transformasi Digital di Pendidikan, Pemkot Palu Kaji Ulang Kesiapan Pembelajaran Daring

ILUSTRASI Anak sekolah saat melakukan pembelajaran secara daring. FOTO : iStock

PALU — Menindaklanjuti hasil pertemuan bersama Wali Kota Palu beberapa waktu yang lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu tengah mengkaji kembali rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi atau hybrid learning sebagai bagian dari transformasi pendidikan digital di daerah tersebut. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, mengungkapkan bahwa pembelajaran digital ini merupakan upaya memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memberikan peluang untuk lebih banyak mengakses informasi dan materi yang lebih cepat dan lebih banyak lagi. 

“Tapi memang ini tantangan buat kita. Jadi peluangnya kita disitu kita bisa menjadikan teknologi ini sebagai satu pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik,” ujarnya.

Namun, di balik peluang tersebut, tantangan juga tak sedikit. Menurut Hardi, tantangan utama dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi ini adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM), ketersediaan perangkat seperti komputer dan laptop, serta kualitas jaringan internet.

Untuk mendukung transformasi ini, Kota Palu telah mencanangkan program Sekolah Rujukan Google dan baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai penyelenggara pendidikan berbasis digital untuk kategori daerah maju.

“Ini kita satu-satunya di Sulteng,” imbuhnya. 

Salah satu indikator keberhasilan program ini adalah penggunaan akun Belajar ID yang sudah mencapai hampir 100% di Kota Palu. Kemudian perangkat seperti Chromebook juga sudah didistribusikan ke beberapa sekolah, baik ditingkan SD maupun SMP. 

“Meski belum semua sekolah memilikinya, kami bersama Pemerintah Kota Palu terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut,” tambah Hardi

Selain itu, yang perlu disiapkan kata Hardi adalah peningkatan kompetensi guru menjadi perhatian utama. Dinas Pendidikan terus mengadakan pelatihan agar para pendidik mampu memanfaatkan perangkat pembelajaran digital, mengakses materi, serta membagikan materi pembelajaran dengan optimal.

Mengenai rencana pelaksanaan pembelajaran hybrid, Hardi menyebutkan bahwa uji coba telah dilakukan di SMP Negeri 15 Palu. Namun, hasil uji coba tersebut masih menemui sejumlah kendala, terutama terkait jaringan internet dan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran daring.

“Adapun keinginan kita untuk daring saya kira memang perlu pertimbangan yang lebih. Insha Allah kalau toh memang nanti jadi. Pasti kami akan sampaikan lagi. Untuk sementara belum,” jelasnya.

Meski belum ada jadwal pasti pelaksanaan pembelajaran hybrid di Kota Palu, Hardi memastikan transformasi digital di sektor pendidikan terus berjalan. Pembelajaran berbasis digital di kelas sudah mulai diterapkan di berbagai sekolah meski belum sepenuhnya dilakukan secara daring.

“Masih perlu dipertimbangkan lagi. Kita persiapkan semua dulu. Kalau toh belum kita laksanakan, kita tetap mempercepat transformasi pendidikan di Kota Palu. Artinya begini kita uji coba ternyata masih banyak kendala yang dialami, dan kami sudah lapor sama wali kota untuk dipending dulu. Yang terpenting pembenahan kita lakukan semua dan pembelajaran berbasis teknologi tetap berlangsung,” tutupnya. (awg)

Related posts

Rayakan Iduladha, Palu Grand Mall Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar

Prabowo Luncurkan Dua Program Tunjangan untuk Guru, Mulai Berlaku Juli 2025

Kawasan Megalitik Lore Lindu Masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO