Pertama Kali Digelar, 33 Masyarakat Desa Olu Sigi Ikut Pelatihan Tata Kelolah Usaha

Masyarakat Desa Olu di Kabupaten Sigi. Foto: Istimewa

SIGI – Sebanyak 33 masyarakat Desa Olu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengikuti pelatihan tata kelola usaha, Kamis, 22 Februari 2024, pagi waktu setempat.

Pelatihan tata kelolah usaha itu digelar Hannah Asa Indonesia dalam program Forest Programme III-Sulawesi.

Sedangkan 33 masyarakat Desa Olu adalah Kelompok Perempuan (KP) Putri Olu.

Ketua KP Putri Olu, Nur Jannah, mengaku, kegiatan tersebut merupakan kali pertama diikuti KP Desa Olu.

“Ini pertama kali kami mengikuti kegiatan seperti ini,” ucap Nur.

Ia mengungkapkan, masyarakat setempat memiliki banyak kendala dalam hal tata kelola usaha terutama literasi keuangan.

Dengan adanya pelatihan dari Hannah Asa Indonesia, disebutnya sangat membantu dan memberikan manfaat masyarakat setempat.

“Dengan banyaknya kendala yang kami alami, pelatihan ini sangat membantu dan bermanfaat bagi usaha kelompok perempuan kami,” sebutnya.

Nur berharap, kegiatan seperti ini terus berjalan, agar bisnis yang dikelolah masyarakat Desa Olu ikut berkembang.

“Saya juga berharap kegiatan ini terus berjalan sehingga usaha yang kami kelola bisa berkembang,” harapnya.

Masyarakat Desa Olu Sigi ikuti tata kelola keuangan dari Hannah Asa Indonesia. Foto: Istimewa

Di samping itu, Kepala Seksi Wilayah II Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Sulawesi, M. Mugni Budi Mulyono, menuturkan, Harga Pokok Produksi (HPP) adalah hal yang krusial.

Menurutnya, jika hitungan HPP kurang tepat, maka dapat berdampak pada penetapan harga.

“Penghitungan HPP yang kurang tepat, akan berdampak pada penetapan harga yang kurang tepat juga,” tuturnya.

Ia mengatakan, akibat minimnya literasi keuangan, produk UMKM masyarakat dapat kalah bersaing di pasaran.

“Jika ternyata harga yang ditetapkan terlalu tinggi untuk dapat menutup harga pokok produksi terlalu tinggi, bisa berdampak pada volume penjualan dimana usaha tersebut bisa saja kalah bersaing di pasaran,” kata Mugni Budi.

Founder PT. Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, ST., AWP., QWP., menambahkan, dengan pelatihan tata kelola usaha dan literasi keuangan, masyarakat Desa Olu dapat mengetahui cara menghitung biaya yang diperlukan dan dikeluarkan.

Hal tersebut dapat membantu para pelaku UMKM Desa Olu lebih berkembang, sekaligus memantau realisasi biaya produksi.

“Semoga pelatihan ini dapat membantu mereka menyusun laporan keuangan secara mandiri, salah satu tujuan Pelatihan ini yaitu untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang HPP, yang merupakan elemen kunci dalam mengelola bisnis dengan efisiensi dan berhasil,” tandasnya. (*)

Related posts

Rayakan Iduladha, Palu Grand Mall Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar

Prabowo Luncurkan Dua Program Tunjangan untuk Guru, Mulai Berlaku Juli 2025

Kawasan Megalitik Lore Lindu Masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO