Stunting di Sulteng Menurun 1,5 Persen

Ilustrasi. Foto: Jonathan Borba/Pexels

PALU – Badan Kendudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Tengah (Sulteng), menyebut angka stunting menurun.

Manajer Satgas Percepatan Penurunan Stunting BKKBN Sulteng, Tri Nur Ekawati Lukman, mengugkapkan, penurua. Terjadi pada periode 2021-2022 sebesar 1,5 persen.

Jika secara nasional, penurunan kasus stunting di Sulteng turun sebanyak 2 persen.

“Secara nasional turun 2 persen. Kalo sultent turun di angka 1,5 persen dari 29,7 persen menjadi 28,2 persen,” ungkap Tri Nur kepada Soalpalu, Kamis, 7 Desember 2023 pagi waktu setempat.

Ia menuturkan, untuk menurunkan stunting, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak terkait.

Tri Nur berharap, hasil survei pada tahun 2023 dapat menunjukkan penurunan yang lebih signifikan dari tahun sebelumnya.

Perlu diketahui, salah satu program yang tengah gencar disosialisasikan adalah aplikasi “Siap Nikah dan Hamil”, audit kasua stunting, mini loka karya, dan konvetgensi yang dirancang untuk menywntuh masyarakat secara menyeluruh.

“Sangat mengharapkan dengan usaha bersama sama ini dapat menghasilkan Suvei di tahun ini lebih menurun,” tambah Tri Nur. (Yulia Wulandari)

Related posts

Rayakan Iduladha, Palu Grand Mall Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar

Prabowo Luncurkan Dua Program Tunjangan untuk Guru, Mulai Berlaku Juli 2025

Kawasan Megalitik Lore Lindu Masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO