Sikola Mombine dan SPF Diseminasi Hasil Penelitian, Kearifan Lokal Untuk Dorong Perekonomian Palu

Diseminasi hasil penelitian dari Sikola Mombine dan SPF. Foto : Soal Palu

Soalnews – Yayasan Sikola Mombine bekerjasama dengan Sasakawa Peace Foundation (SPF) menggelar diseminasi hasil penelitian, Selasa, 19 September 2023, di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Penelitian yayasan asal Palu bersama SPF yang berbasis di Tokyo, Jepang itu tentang ‘Social and Solidarity Economy Organizations and Enterprise di Kota Palu.

Diseminasi yang berlangsung pada pagi hari itu menghadirkan peserta daro berbagai kalangan.

Mulai dari pemerintah, keuangan, koperasi, swasta, BUMN, organisasi, NGO, UMKM, akademisi, hingga penerima manfaat.

Dalam diseminasi itu dijelaskan, inklusi perempuan dan kelompok minoritas seperti penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi dan kewirausahaan masih menghadapi kendala.

Terutama bagi pengusaha mikro dan kecil. Kondisi ini sering kali diperparah faktor eksternal seperti bencana alam.

Pemaparan penelitian itu menyebut pengelolaan UMKM dari pemerintah belum maksimal.

Olehnya itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pertumbuhan kewirausahaan dan ekonomi berbasis komunitas, bukan individu.

Direktur Gender Investment and Innovation Program SPF, Ayaka Matsuno, mengatakan, ekonomi solidaritas sosial menekankan pentingnya nilai kearifan lokal dalam mendorong ekonomi.

“Apa yang kami temukan, berkonsentrasi pada pemanfaatan kearifan lokal yang dimiliki Palu. Ekonomk semakin berkembang jika benar-benar memanfaatkan sumber daya dan kearifan lokal,” kata wanita asal Jepang, Ayaka di salah satu hotel di Jalan Zebra, Kota Palu.

Menurut Program Officer SPF, Dissa Syakina Ahdanisa, anak muda dapat menjadi partner strategis dalam membantu menyuarakan kebutuhan masyarakat Palu.

Dissa mengucapkan, anak muda memiliki gagasan dan ide kreatif yang mampu membantu mendorong perekonomian.

“Pemuda adalah penerus dan aset Kota Palu. Saya percaya, inovasi, ide out of box dapat lahir dari anak muda,” ucapnya.

Desiminasi hasil penelitian itu diapresiasi oleh pemerintah melalui Sekretaris Kota Palu, Irmayanti Petalolo.

Kata Irmayanti, pemerintah telah melakukan upaya dalam peningkatan pemberdayaan dan ekonomi masayarakat khususnya pasca bencana alam 2018.

Ia mengungkapkan, upaya tersebut masih perlu ditingkatkan terkhusus kepada para pelaku UMKM.

“Tapi memang apa yang kita lakukan ini masih perlu peningkatan. Pelaku UMKM perlu pendampingan,” ungkapnya.

Irmayanti berharap, penelitian itu dapat menjadi data bagi pemerintah untuk pembenahan dan perbaikan di Palu.

“Kami berharap, hasil penelitian dapat menjadk data kami agar kami tau apa yang harus kami perbaiki dan benahi,” tandasnya. (Rendy)

Related posts

Rayakan Iduladha, Palu Grand Mall Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar

Prabowo Luncurkan Dua Program Tunjangan untuk Guru, Mulai Berlaku Juli 2025

Kawasan Megalitik Lore Lindu Masuk Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO