JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) saat ini tengah mengupayakan teknologi aspal plastik untuk mengurangi limbah plastik. Satu kilometer aspal akan menggunakan lima ton limbah plastik.
KemenPUPR tengah mengupayakan teknologi aspal plastik. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi limbah plastik di Indonesia.
Pengupayaan teknologi aspal plastik itu digaungkan KemenPUPR melalui akun media sosial resminya, tepat di hari lingkungan hidup sedunia, Senin, 5 Juni 2023 lalu.
Disebut akun resmi PUPR, setiap tahun terdapat lebih kurang 400 juta ton plastik diproduksi. Dapat menjadi masalah besar jika tidak dapat dikelola dengan baik.
“Untuk itu, KemenPUPR melakukan pemanfaatan limbah plastik menjadi aspal sebagai salah satu upaya mengurangi limbah kantong plastik,” tulis akun Instagram KemenPUPR, dikutip Jumat, 9 Juni 2023.
Menurut KemenPUPR, aspal plastik memiliki beragam kelebihan seperti tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda kendaraan saat aspal basah dilalui kendaraan, lebih tahan air, ramah lingkungan, dan cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia.
Selain itu, limbah plastik sudah dinyatakan aman dan bebas dari ancaman racun pada plastik. Hal ini sudah dilakukan melalui uji klinis oleh KemenPUPR.
Aspal plastik telah diterapkan di wilayah Jakarta, Bekasi,Denpasar, Makassar, dan Tangerang. Satu kilometer aspal akan menggunakan 2,5 sampai dengan lima ton limbah plastik.
Salah satu komunitas yang fokus mencegah sampah plastik di kota Palu, Sulawesi Tengah, merespon baik dengan upaya teknologi aspal plastik oleh KemenPUPR.
Program and Research Manager Seangle Indonesia, Mohamad Ali, mengatakan teknologi aspal plastik cukup menjanjikan. Namun pihak terkait perlu mengkaji lebih jauh lagi terkait dampak dari teknologi tersebut.
Ia menuturkan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah harus didukung dan mendapatkan diapresiasi.
“Saya melihat dari sisi semangat pemerintah untuk mengurangi limbah plastik. Semangatnya harus tetap didukung dengan uji coba yang cukup supaya dapat meminimalisir dampak lingkungan dari teknologi tersebut,” tulis Ali melalui pesan singkat online.
Perlu diketahui, teknologi aspal plastik merupakan campuran aspal yang mengandung cacahan plastik. Jenis limbah plastik yang digunakan yaitu Low Density Polythylene, biasa diterapkan untuk kantong plastik belanja. (Rendy)