Ayam Panggang Biromaru Warung Singgani Bikin Kalap Makan Ketupat

PALU – Provinsi Sulawesi Tengah memiliki sejumlah makanan khas yang wajib kamu coba Ketika berkunjung kesana. Bukan hanya kaledo atau uvempoi saja, akan tetapi ada juga yang namanya Ayam Panggang Biromaru.

Ayam panggang ini terbuat dari ayam kampung muda atau ayam peranggang yang masih berumur sekitar empat bulan. Sebelum dipanggang, ayam tersebut direbus dan dilumuri bumbu khas berwarna merah.

Seporsi Ayam Panggang Biromaru disajikan dengan semangkuk kuah santan yang disantap dengan ketupat dan sambal bawang. Cita rasa khas dari Ayam Panggang Biromaru sungguh bikin kalap makan ketupat. 

Sesuai namanya, ayam panggang ini sejatinya berasal dari Biromaru yang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk mencoba kenikmatannya, kamu tidak perlu jauh-jauh ke daerah setempat.

Di Kota Palu sendiri ada warung yang menyajikan menu utama Ayam Panggang Biromaru, yaitu Warung Singgani. Warung ini terletak tidak jauh dari pusat kota, yaitu di Jalan Tavanjuka Mas tepatnya di Taman Pujasera, Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Tampak Depan Ayam Bakar Biromaru Singgani di Kompleks Pujasera Palupi. Foto: Imron Nur Huda

Warung Singgani Tavanjuka Mas sudah ada sejak puluhan tahun silam dan merupakan cabang dari Warung Singgani yang ada di Kecamatan Biromaru.

Ayam Panggang Biromaru dari warung ini dibanderol dengan harga Rp 100.000 perporsi yang terdiri satu ekor ayam kampung muda beserta kuah santannya. Jika kamu makan dengan ketupat, kamu hanya membayar Rp 2.000 per ketupat.

Proses Pemanggangan Ayam di Warung Singgani. Foto: Imron Nur Huda

Karena ayam kampung muda itu bentuknya kecil, disarankan untuk memesan lebih dari satu porsi jika kamu makan bersama sanak keluarga atau sahabat.

Pengelola Warung Singgani, Warni mengaku seharinya ia bisa menghabiskan 100 ekor lebih ayam kampung muda yang telah diolah menjadi Ayam Panggang Biromaru.

Seporsi Ayam Panggang yang Sudah Tersaji. Foto: Imron Nur Huda

“Hari ini saja sudah ada 120 ekor yang laku. Kadang 80 ekor hingga 160 ekor. Itu perhari. Dari pagi persiapan. Karena lain orang yang ba potong dan lainnya. Ini usaha warisan dari nenek buyut,” ungkapnya.

Ia berharap usaha Warung Singgani miliknya yang buka setiap hari mulai pukul 12.00 – 22.00 WITA ini tetap berjalan menyajikan Ayam Panggang Biromaru yang khas dari Sulawesi Tengah.

Lokasi via Google Maps: https://goo.gl/maps/FNMrdyw9UixynPox5

Related posts

Pedagang Kebab di Palu Ini, Penjualnya Dari Turki

Lepas Dahaga Saat Cuaca Terik dengan Es Teler Mahkota

Kaledo Instan Inovasi Baru Anak Muda Palu